Sabtu, 05 Oktober 2013



MENGULAS MASA LALU (PANCASILA)


                1 Oktober 2013, ada yang tahu hari apa itu? Yups Betul! hari itu adalah hari kesaktian pancasila. Yuk kita intip sedikit dari makna hari itu, Let’s Go!!!
Hari kesaktian pancasila adalah hari lahirnya Dasar Negara Indonesia, yang dicetuskan oleh sang proklamator kita, Ir. SOEKARNO.
Dahulu, saat terjadi penentuan pendapat Dasar Negara, ada 3 orang pencetus dasar Negara. Tetapi pada akhirnya usulan bapak Ir. SOEKARNO yang menjadi dasar Negara ini. Yaitu PANCASILA.
Pancasila terbentuk dari 2 kata yaitu, panca yang berarti 5, dan sila yang berarti dasar. Pancasila terdiri dari 5 kalimat:
1.       KETUHANAN YANG MAHA ESA
2.       KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3.       PERSATUAN INDONESIA
4.       KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
5.       KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Setiap warga Negara Indonesia haruslah hafal dengan pancasila, dan mencoba untuk berperilaku menurut isi kandungan dari setiap kalimat pancasila. Karena jika kita bersikap itu, maka kita bisa disebut sebagai warga Negara yang baik.




Mengapa Para Remaja Seolah-olah
Melunturkan Budaya Kesopanan?

Banyak yang berpendapat bahwa remaja-remaja modern sekarang telah melupakan bagaimana menghormati sesamanya. Seiring berjalannya waktu para remaja kian berperilaku tidak sopan bahkan secara terang-terangan. Rasa hormat kepada orang yang lebih tua kian menipis. Salah satu contohnya adalah ketika berada di angkutan umum, para remaja seolah-olah tidak sadar dan membiarkan orang yang lebih tua atau ibu-ibu hamil tetap berdiri. Remaja-remaja Indonesia telah dibutakan oleh masuknya budaya-budaya luar negeri yang kebanyakan tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
            Sejak dulu negara Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang sopan dan mempunyai tata krama. Indonesia juga dikenal dengan keramahannya dan adat-istiadatnya yang dijunjung tinggi, tetapi mengapa lambat laun identitas bangsa Indonesia yang bisa dikatakan berwibawa tersebut seakan terhempas oleh angin dan tak ada yang menghiraukannya?
            Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi lunturnya budaya kesopanan. Faktor pertama adalah faktor eksternal yang diakibatkan oleh masuknya budaya barat yang kebanyakan sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia. Misalnya, orang barat jika memanggil orang yang lebih tua hanya memanggil dengan namanya saja, sedangkan Indonesia biasanya memanggil orang yang lebih tua dengan embel-embel (sebutan) seperti mbak, mas, pak lek, bu dhe, paman, bibi, dll. Penyebutan nama tanpa embel-embel tersebut sangat bertentangan dengan norma kesopanan bangsa Indonesia. Lalu orang barat jika memakai pakaian terbuka seperti hot pant dan tank top bahkan bikini, di negara mereka dianggap wajar-wajar saja, tetapi bagi Indonesia hal tersebut bertentangan dengan ajaran-ajaran norma kesopanan. Faktor kedua adalah faktor internal, yang disebabkan oleh kepribadian diri-sendiri. Misalnya di kalangan keluarga, lingkungan, tempat nongkrong, dll. Maka dari itu, sopan santun dan tata krama hendaknya diajarkan dan dipahami mulai sejak kecil. Orang tua juga harus mengajarkan dan mendidik anak-anaknya untuk beretika dan berperilaku baik. Jika hal tersebut dapat dilaksanakan, maka pergaulan anak-anak mereka menjadi lebih terjaga dan dapat membentuk sang anak menjadi pribadi yang beretika baik. Disanalah terbentuknya pribadi yang menjaga budaya kesopanan. Kesopanan bukan hanya warisan dari nenek moyang kita, tetapi juga merupakan bentuk kepribadian kita. Jika kita menghilangkan dan melunturkannya, maka kita telah kehilangan jati diri kita sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kesopanan.


Manfaat sirih merah

               
Tahukah kalian tentang tanaman yang satu ini ? Namanya sirih merah, tanaman yang bernama latin Crocatum piper ini memang merupakan tanaman yang asing bahkan belum pernah kita dengarkan  sebelumnya. Tahukah kalian bahwa tanaman sirih merah ini merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi manusia. Seperti yang dilakukan kelas XII-IA-2 ini memang patut untuk ditiru.
                Menurut Hj. Sulistyorini, M.M. selaku pembina pokja green house dan pokja Sirih Merah ini menegaskan bahwa sirih merah mempunyai banyak manfaat dan khasiat seperti:
1.       Sebagai obat keputihan
2.       Sebagai obat bagi penderita Diabetes Militus
3.       Sebagai obat penyakit ginjal dan hati
4.       Sebagai penghilang bau mulut
5.       Sebagai penghambat mimisan hidung
6.       Sebagai obat untuk menghilangkan jerawat
7.       Sebagai obat yang bisa menurunkan tekanan darah
        Banyak sekali rupanya manfaat sirih merah bagi kehidupan manusia yang belum pernah kita ketahui.  Hj. Sulistyorini, M.M. menegaskan bahwa di SMANDA, sirih merah sudah dipromosikan di kalangan sekolah untuk dijual di koperasi sebagai teh sirih merah, bahkan pada tahun 2009 sudah di promosikan. Pada kesempatan hari ini, Hj. Sulistyorini, M.M. dan juga siswa-siswi kelas XII-IA-2 akan mengulas sedikit cara membuat sirih merah menjadi minuman yang sangat menyegarkan, dan cara pembuatannya tidak begitu susah untuk dapat kita praktekkan di rumah.
Cara-caranya sebagai berikut :
1.       Ekstrak daun sirih merah yang sudah dikeringkan
2.       Masukkan kedalam kantong seperti teh celup
3.       Siapkan air mendidih/hangat dan berilah sedikit gula atau sesuai selera
4.       Teh sirih merah siap dikonsumsi
       Sudah kita ketahui berbagai manfaat dan khasiat dari sirih merah. Oleh karena itu minumlah Teh sirih merah agar tubuh kita tetap sehat.



apakah kalian puas dengan blog saya?